Youth English Camp (YEC)

Kolaborasi YEC dengan Organisasi Kemahasiswaan UNAND dalam Optimalisasi Pembelajaran TOEFL

Pada tanggal 26 November di Gedung Seminar Tahir Fakultas Hukum Universitas Andalas (FHUA). Departemen Research and Development (RnD) Lembaga Pengkajian Islam (LPI) FHUA menyelenggarakan workshop mengenai TOEFL ITP. Acara ini menghadirkan Agustiawan—salah satu mentor dari Youth English Camp (YEC). Kolaborasi UNAND dan YEC ini berjalan dengan sangat efektif.

Workshop ini dihadiri oleh lebih dari 25 peserta yang terdiri dari pemuda dan pemudi dengan latar belakang akademik berbeda, namun memiliki tujuan yang sama: memahami lebih dalam format dan strategi penyelesaian soal TOEFL ITP. Antusiasme peserta begitu terlihat sejak awal kegiatan. Banyak dari mereka yang sudah lama ingin belajar TOEFL dengan benar namun masih kebingungan memulai, sehingga kehadiran mentor berpengalaman seperti Agustiawan menjadi kesempatan yang sangat dinantikan.

Kolaborasi UNAND dan YEC tentang TOEFL ITP

Memahami TOEFL Tanpa Stres

Ketika workshop dimulai, suasana ruang belajar langsung terasa berbeda. Agustiawan membuka sesi dengan membahas tiga komponen utama TOEFL ITP—Listening, Structure, dan Reading—dengan cara yang sederhana dan mudah diikuti. Ia menjelaskan bahwa banyak peserta sebenarnya mampu, tetapi sering terjebak karena tidak mengenali pola soal dan teknik yang tepat.
Untuk itu, ia memulai dengan memperkenalkan struktur tes, lengkap dengan contoh soal yang benar-benar sering muncul. Dari sini, peserta mulai menyadari bahwa TOEFL bukan sekadar tes bahasa, tetapi juga tentang strategi.

Trik Jitu Menaklukkan Listening

Masuk ke sesi Listening, peserta langsung diajak mencoba teknik praktis yang bisa diterapkan di rumah. Agustiawan menekankan pentingnya fokus pada kata kunci dan intonasi penutur.
Menariknya, beberapa peserta langsung mengangkat tangan, bertanya tentang dialog pendek yang suka mengecoh. Suasana jadi sangat interaktif. Kiat-kiat yang dibagikan—mulai dari mengenali parafrase hingga menangkap informasi tersirat—membuat mereka merasa, “Oh, ternyata bisa ya dikerjakan seperti ini!”

Rahasia Structure yang Sering Terlewat

Ketika memasuki materi Structure and Written Expression, kelas semakin hidup. Agustiawan menunjukkan bagaimana hal kecil seperti preposition atau modifier bisa mengubah arti satu kalimat.
Ia membagikan trik cepat untuk melihat pola error, termasuk subject–verb agreement dan clause structure yang sering muncul di TOEFL. Latihan singkat dilakukan di tempat, dan peserta berkali-kali mengangguk ketika menemukan “aha moment” mereka sendiri.

Reading Lebih Cepat, Tanpa Harus Baca Semua

Di sesi penutup, Reading Comprehension menjadi bagian yang paling membuka mata. Agustiawan memperkenalkan teknik skimming dan scanning, membantu peserta memetakan paragraf dan menemukan jawaban tanpa membaca semuanya.
Setelah mencoba latihan langsung, banyak peserta terkejut melihat betapa cepatnya mereka bisa menjawab soal hanya dengan menggunakan strategi yang benar. Ini membuat mereka semakin percaya diri menghadapi teks panjang yang dulunya terasa menakutkan.

Dampak Positif dan Antusiasme Peserta

Setelah workshop selesai, respons peserta sangat positif. Banyak yang merasa lebih siap dan tidak lagi takut menghadapi TOEFL ITP. Bahkan, beberapa berharap kegiatan ini bisa diadakan secara rutin agar mereka bisa terus meningkatkan kemampuan.
Bagi YEC, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran bahasa Inggris dapat dirancang menyenangkan, relevan, dan berdampak nyata. Sementara bagi Agustiawan, workshop ini menjadi kesempatan untuk terus berbagi pengetahuan dan membantu generasi muda Indonesia meningkatkan literasi bahasa Inggris mereka.
Kami berharap kolaborasi UNAND dan YEC ini menjadi langkah awal dari banyak kegiatan inspiratif lain yang akan datang!

Picture3