Youth English Camp (YEC)

The Real Kampung Inggris: Seperti Apa Seharusnya Sebuah Kampung Inggris Itu?

Di banyak kota, kita mudah menemukan lembaga kursus yang menyebut dirinya “kampung inggris”. Namun sering kali konsep itu berhenti pada label. Bangunan perkotaan, suasana yang riuh, dan metode belajar yang terasa seperti sekolah biasa membuat esensi kampung bahasa tidak sepenuhnya hadir. Padahal, kampung inggris sejati seharusnya memberi suasana yang menyatu dengan lingkungan, membangun kebiasaan berbahasa, dan menawarkan pengalaman belajar yang lebih manusiawi.

Di sinilah YEC (Youth English Camp) mengambil jalan berbeda. Berada di Sungkai, sebuah kawasan yang masih asri, damai, dan penuh pesona alam, YEC memperlihatkan wujud asli sebuah kampung inggris yang hidup dan bertumbuh dari komunitas.

Lahir dari Pengalaman Dua Saudara

YEC berdiri dari mimpi dua bersaudara: Alif Disa Putra dan Delvis Yendra. Keduanya pernah menempuh pendidikan dan pelatihan intensif di Kampung Inggris Pare pada tahun 2015. Pengalaman itu menjadi titik balik—di sanalah mereka merasa yakin bahwa kemampuan berbahasa dapat membuka kesempatan dan mengubah hidup seseorang.

Kiri: Alif, Kanan: Delvis

Kini, meskipun tinggal di dua negara berbeda—Alif di Malaysia dan Delvis di Australia—mereka tetap memiliki satu komitmen yang sama: menghadirkan lingkungan belajar bahasa yang autentik, alami, dan terjangkau bagi masyarakat desa. YEC lahir dari kerinduan untuk membangun kampung bahasa yang jujur, dekat dengan alam, dan memberikan akses bagi siapa pun untuk belajar.

Lingkungan yang Mendukung Pembelajaran Secara Alami

Sungkai menawarkan suasana yang nyaris mustahil ditemukan di pusat kota. Setiap sudutnya terasa seperti ruang belajar terbuka yang dibentuk langsung oleh alam.

  • 🌄 Dikelilingi perbukitan hijau
    Perbukitan yang melingkari kawasan Sungkai menciptakan horizon yang menenangkan. Matahari pagi yang turun perlahan di sela bukit memberi energi positif untuk memulai hari.

  • 🌊 Diapit oleh aliran sungai
    Suara gemericik air sungai yang jernih sering menjadi latar alami ketika peserta berdiskusi atau latihan speaking. Ritmenya membuat suasana belajar terasa damai.

  • 🌳 Diteduhi pepohonan rindang
    Pepohonan tinggi menjadi peneduh alami yang membuat area belajar outdoor tetap sejuk. Banyak sesi kelas berlangsung di bawah pohon besar atau di spot teduh lainnya.

  • 🐦 Disuguhkan kicauan burung setiap pagi
    Burung-burung lokal yang hidup di sekitar hutan kecil memberi suasana pagi yang menyenangkan. Suara mereka menciptakan mood positif sebelum kelas dimulai.

  • 🌬️ Udara pegunungan yang dingin dan segar
    Tanpa polusi dan tanpa kebisingan kota, udara Sungkai membuat peserta lebih mudah berkonsentrasi. Banyak yang merasa seolah melakukan “detoks pikiran”.

  • 💧 Air gunung yang jernih mengalir sepanjang hari
    Kesegaran air pegunungan menambah kenyamanan aktivitas harian di camp. Setiap kegiatan terasa lebih alami dan menyehatkan.

Belajar di tempat seperti ini membuat proses pembelajaran terasa lebih ringan, seakan-akan bahasa Inggris mengalir bersama hembusan angin. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga menyatu dengan ketenangan alam yang membantu mereka fokus, percaya diri, dan lebih cepat menyerap bahasa baru.

Di YEC, belajar tidak dibatasi oleh empat dinding kelas. Kelas bisa berlangsung di pinggir sungai, di bawah pohon, atau di teras dengan pemandangan bukit. Suasana seperti ini menciptakan ruang yang ideal bagi peserta untuk berlatih dan berani berbicara tanpa rasa canggung..

Gerakan Komunitas, Bukan Sekadar Lembaga Kursus

Salah satu ciri khas YEC adalah program kelas Bahasa Inggris gratis untuk anak-anak SD di Lambung Bukik, Sungkai dan sekitarnya menjadi cara kami membantu mereka mengenal dunia lebih luas sejak dini. Setiap minggu mereka datang dengan semangat baru—belajar, bermain, dan perlahan berani berbicara dalam bahasa Inggris.

Anak-anak belajar Bahasa Inggris gratis setiap Hari Minggu pagi

Tidak hanya untuk anak-anak, YEC juga membuka beasiswa belajar satu bulan gratis bagi para anak muda yang tinggal di sekitar YEC, dengan fokus pada speaking. Program ini membantu mereka membangun rasa percaya diri dan kemampuan komunikasi yang siap dipakai dalam kehidupan nyata.

Langkah-langkah kecil ini perlahan membentuk masa depan Sungkai. Dengan investasi pendidikan sejak dini dan pemberdayaan pemuda, terbuka harapan bahwa dalam 5–10 tahun ke depan masyarakat Sungkai bisa berbicara bahasa Inggris dengan lancar—menjadikannya kampung percontohan yang menginspirasi daerah lain.

Menjadi Tolak Ukur Kampung Inggris Masa Depan

Ketika banyak tempat berlomba mengklaim diri sebagai kampung inggris, YEC tumbuh dengan pendekatan yang lebih tulus. Bukan sekadar menempelkan nama, tetapi menghadirkan pengalaman yang nyata.
Lingkungan yang mendukung, komunitas yang bergerak bersama, program yang berkelanjutan, serta visi yang jauh ke depan membuat YEC menjadi contoh bagaimana kampung inggris seharusnya dibangun.